Open Source Programming
11:05 PM | Author: Sapta

Kali ini saya mulai upload dan sharing buat temen-temen yang ingin mencari open source tentang pemrograman, silahkan buka aja link http://open-program.blogspot.com/ disana saya upload source code pemrograman baik yang saya buat dan dari tempat lain atau anda bisa juga berkontribusi untuk upload project anda kirim aja email kesini ketutsapta[at]gmail[dot]com, silahkan...

Jadi silahkan cek http://open-program.blogspot.com/ buat nambah koleksi project-project anda. Salam.
Sapta.

Selengkapnya...
Mengenal Window Dialog di Java
4:45 AM | Author: Sapta

Kali ini kita akan mengenal tentang window dialog di Java menggunakan Netbean 6

1. Bagaimana membuat Dialog?

Sebuah jendela Dialog adalah subwindow independen dimaksudkan untuk melakukan pemberitahuan sementara terpisah dari swing utama Application Window. Kebanyakan Dialog menyajikan pesan kesalahan atau peringatan kepada user, tetapi sekarang dapat Dialog foto, pohon direktori, atau apa saja yang kompatibel dengan aplikasi swing utama yang menangani mereka.

Untuk kenyamanan, beberapa komponen Swing kelas dapat langsung instantiate dan menampilkan dialog. Untuk membuat sederhana, dialog standar, Anda menggunakan kelas JOptionPane. Kelas ProgressMonitor dapat memasang sebuah dialog yang menunjukkan kemajuan operasi. Dua kelas-kelas lain, JColorChooser dan JFileChooser, juga menyediakan dialog standar. Untuk memunculkan kotak dialog print, Anda dapat menggunakan API Percetakan. Untuk membuat custom dialog, gunakan class JDialog secara langsung.

Kode untuk dialog sederhana dapat menjadi minimal. Sebagai contoh, berikut ini adalah dialog informasi:


Berikut adalah kode yang menciptakan dan menunjukkan hal diatas :


JOptionPane.showMessageDialog(frame, "Eggs are not supposed to be green.");


Overview Dialog Window
Setiap dialog bergantung pada komponen Frame. Ketika itu Frame hancur, begitu pula yang tergantung Dialog. Ketika frame iconified, yang tergantung Dialog juga menghilang dari layar. Ketika frame deiconified, yang tergantung Dialog kembali ke layar. Sebuah ayunan kelas JDialog mewarisi perilaku ini dari Dialog AWT kelas.

Sebuah Dialog dapat menjadi modal. Ketika modal Dialog terlihat, itu pengguna blok input ke jendela lain dalam program. JOptionPane JDialogs yang menciptakan modal. Untuk membuat modal non-Dialog, Anda harus menggunakan kelas JDialog secara langsung.

Dimulai dengan JDK6, Anda dapat memodifikasi perilaku Dialog jendela modalitas modalitas baru menggunakan API. Lihat The New modalitas API untuk rincian.

JDialog kelas yang merupakan subclass dari kelas java.awt.Dialog AWT. Ia menambahkan panel root wadah dan dukungan untuk standar operasi dekat ke objek Dialog. Ini adalah fitur yang sama yang JFrame memiliki, dan menggunakan JDialog secara langsung sangat mirip dengan menggunakan JFrame. Jika Anda akan menggunakan JDialog secara langsung, maka Anda harus memahami materi dalam Menggunakan Top-Level Containers dan Cara Membuat Frames, terutama Menanggapi Window-Closing Events.

Bahkan ketika Anda menggunakan JOptionPane untuk mengimplementasikan sebuah dialog, Anda masih menggunakan JDialog di belakang layar. Alasannya adalah bahwa JOptionPane hanyalah sebuah wadah yang dapat secara otomatis membuat JDialog dan menambahkan sendiri ke konten JDialog pane.

Selengkapnya...
JAVA GUI
11:18 PM | Author: Sapta

Sebelum bercerita tentang Java GUI alangkah baiknya mengenal dahulu sejarah Java

Sejarah Singkat JAVA

Pada 1991, sekelompok insinyur Sun dipimpin oleh Patrick Naughton dan James Gosling ingin merancang bahasa komputer untuk perangkat konsumer seperti cable TV Box. Karena perangkat tersebut tidak memiliki banyak memori, bahasanya harus berukuran kecil dan mengandung kode yang liat. Juga karena manufaktur – manufaktur berbeda memilih processor yang berbeda pula, maka bahasa harus bebas dari manufaktur manapun. Proyek diberi nama kode ”Green”.

Kebutuhan untuk fleksibilitas, kecil, liat dan kode yang netral terhadap platform mengantar tim mempelajari implementasi Pascal yang pernah dicoba. Niklaus Wirth, pencipta bahasa Pascal telah merancang bahasa portabel yang menghasilkan intermediate code untuk mesin hipotesis.

Mesin ini sering disebut dengan mesin maya (virtual machine). Kode ini kemudian dapat digunakan di sembarang mesin yang memiliki interpreter. Proyek Green menggunakan mesin maya untuk mengatasi isu utama tentang netral terhadap arsitektur mesin. Karena orang – orang di proyek Green berbasis C++ dan bukan Pascal maka kebanyakan sintaks diambil dari C++, serta mengadopsi orientasi objek dan bukan prosedural.

Mulanya bahasa yang diciptakan diberi nama "Oak" oleh James Gosling yang mendapat inspirasi dari sebuah pohon yang berada pada seberang kantornya, namun dikarenakan nama Oak sendiri merupakan nama bahasa pemrograman yang telah ada sebelumnya, kemudian SUN menggantinya dengan JAVA.

Nama JAVA sendiri terinspirasi pada saat mereka sedang menikmati secangkir kopi di sebuah kedai kopi yang kemudian dengan tidak sengaja salah satu dari mereka menyebutkan kata JAVA yang mengandung arti asal bijih kopi. Akhirnya mereka sepakat untuk memberikan nama bahasa pemrograman tersebut dengan nama Java.


Pengertian GUI


Kalau dilihat pengertian tentang GUI secara umum adalah Interaksi yang dapat dilaksanakan oleh user melalui menu dan icon yang diperlihatkan dalam modus grafik. Contoh implementasi GUI-based shell ini adalah pada sistem operasi Microsoft Windows.


Kesimpulan JAVA GUI (Graphical User Interface)

Selang hanya beberapa tahun, Java kini sudah mendukung dan dikerahkan di berbagai perangkat. Ada yang digunakan untuk mainframe, midrange server, PC, dan perangkat genggam. Bahkan ada sebuah kelompok yang sedang mengerjakan real-time embedded Java untuk aplikasi pengendalian.

Selain dari embedded environment sebagian besar pengembang Java membuat beberapa jenis user interface untuk aplikasi mereka. Untuk hal-hal seperti alat konfigurasi mereka buat sebuah antarmuka berupa baris perintah (command-line) dan sudah cukup bagus digunakan. Namun java juga mendukung aplikasi ke berbagai pengguna atau untuk aplikasi yang diperlukan untuk menampilkan data kepada antarmuka pengguna berbentuk grafis yang terbaik.

Java GUI mendukung pembangunan melalui Abstract Windowing Toolkit, atau AWT. AWT adalah Java yang setara dengan Microsoft Windows Common Control Library atau Motif widget toolkit. Ini termasuk pendukung untuk pemrograman grafik sederhana serta sejumlah komponen seperti tombol, menu, daftar, dan kelas check box.

Java AWT Dasar

Java AWT memungkinkan para pengembang untuk segera membangun applet dan aplikasi Java menggunakan sekelompok komponen antarmuka pengguna prebuilt. Sejumlah Java IDE yang tersedia mendukung pembuatan user interface menggunakan AWT dengan menyeret-dan-menjatuhkan komponen dari toolbar. Perlu dicatat bahwa sebenarnya IDE ini menghasilkan kode Java saat ditempelkan yang didasarkan pada apa yang Anda lakukan dalam lingkungan desain grafis.

Ini berbeda dengan toolsets seperti Microsoft Visual Basic yang memisahkan desain antarmuka pengguna dari kode aplikasi. Keuntungan dari pendekatan Java adalah bahwa Anda dapat mengedit GUI baik melalui grafis IDE atau dengan hanya memodifikasi kode Java dan mengkompilasi ulang.

Tiga langkah yang umum untuk semua aplikasi Java GUI adalah:

1. Pembentukan Container
2. Tata letak komponen GUI
3. Penanganan event.

Menciptakan Container
Objek Container ini sebenarnya berasal dari kelas java.awt. Container merupakan salah satu atau warisan dari tiga kelas utama:
java.awt.Window, java.awt.Panel, java.awt.ScrollPane.

Mewakili kelas Jendela jendela standalone (baik jendela aplikasi dalam bentuk java.awt.Frame, atau kotak dialog dalam bentuk java.awt.Dialog).

Java.awt.Panel class yang bukan standalone window dalam dan dari dirinya sendiri, melainkan bertindak sebagai wadah latar belakang untuk semua komponen lain pada formulir. Misalnya, kelas java.awt.Applet adalah keturunan langsung java.awt.Panel.

Laying Out GUI Components

Komponen GUI dapat diatur pada sebuah Container menggunakan salah satu dari dua metode. Metode pertama melibatkan posisi yang tepat (dengan piksel) dari komponen-komponen pada Container. Metode kedua melibatkan penggunaan Java Manajer Layout. Jika Anda berpikir tentang itu, hampir semua komponen GUI mengatur didasarkan pada baris-kolom. Dengan kata lain, tombol, kotak teks, dan daftar umumnya tidak terletak di acak seluruh formulir. Sebaliknya, mereka biasanya rapi diatur dalam baris atau kolom dengan tombol OK atau Batal diatur di bagian bawah atau di samping.

Manajer layout memungkinkan Anda dengan cepat menambahkan komponen dan kemudian mengatur secara otomatis. AWT menyediakan enam layout manajer untuk Anda gunakan:

* Java.awt.BorderLayout
* Java.awt.FlowLayout
* Java.awt.CardLayout
* Java.awt.GridLayout
* Java.awt.GridBagLayout
* Java.awt.BoxLayout


Kelas Container berisi metode setLayout () sehingga Anda dapat mengatur LayoutManager default yang akan digunakan oleh GUI Anda. Untuk benar-benar menambahkan komponen ke container, tambahkan () method:

Panel p = new java.awt.Panel();
Button b = new java.awt.Button(“OK”);
p.add(b);



Penanganan Events

penanganan Event telah berubah, karena Java 1.0 pertama kali dirilis pada tahun 1995. Awalnya, JDK 1.0.2 peristiwa ditangani aplikasi menggunakan model warisan. Sebuah wadah subclassed the action() dan handleEvent () sebagai metode induknya dan menangani aktivitas untuk semua komponen di dalamnya. Sebagai contoh, kode berikut akan mewakili event handler untuk sebuah panel yang berisi OK dan sebuah tombol Cancel:

public boolean handleEvent(java.awt.Event e)
{
if (e.id == java.awt.Event.ACTION_EVENT)
{
if (e.target == buttonOK)
{
buttonOKPressed();
}
else if (e.target == buttonCancel)
(
buttonCancelPressed();
)
}
return super.handleEvent(e);
}


Masalah dengan metode ini adalah bahwa peristiwa tidak dapat dikirimkan ke objek tertentu. Sebaliknya, mereka harus diarahkan melalui penangan yang universal yang meningkatkan kompleksitas dan karenanya melemahkan desain Anda.

Java 1,1 memperkenalkan konsep acara delegation model. Model ini memungkinkan kelas khusus, dikenal sebagai "kelas adaptor" yang akan dibangun untuk didaftarkan dengan komponen dan menangani peristiwa-peristiwa tertentu. Event delegation model menggunakan model-view controller pola yang memisahkan pandangan dari suatu komponen dari datanya. Dengan menggunakan model ini memerlukan tiga langkah sederhana:
  1. Mengimplementasikan antarmuka pendengar yang dikehendaki dalam kelas adaptor Anda. Tergantung pada peristiwa apa yang Anda tangani, sejumlah pendengar interface yang tersedia. Ini termasuk: ActionListener, WindowListener, MouseListener, MouseMotionListener, ComponentListener, FocusListener, dan ListSelectionListener.
  2. Daftar adaptor pendengar dengan komponen yang diinginkan. Hal ini bisa dalam bentuk addXXXListener () metode didukung oleh komponen. Contohnya termasuk addActionListener (), addMouseListener (), dan addFocusListener ().
  3. Mengimplementasikan metode antarmuka pendengar di kelas adaptor Anda. Dalam kode ini bahwa Anda akan benar-benar menangani acara.
Menggunakan model delegasi acara memungkinkan pengembang untuk memisahkan komponen tampilan (user interface) dari acara penanganan (data aplikasi) yang akan menghasilkan lebih bersih, lebih berorientasi objek desain.

Sampai disini dulu pengertian tentang JAVA GUI nya, nanti saya akan upload sample-sample tentang JAVA di http://open-program.blogspot.com

Terimaksih.


Sumber :
- jeni
- http://www.total.or.id/info.php?kk=GUI-based%20shell
- http://www.wirelessdevnet.com/channels/java/training/javagui.html

Selengkapnya...

Modem GSM 3G/HSDPA saat ini juli 2009 harganya sudah semakin murah buktinya saja, saat ini produk yang dijual di Alnect Komputer yaitu Modem GSM 3G/HSDPA Sierra Compass 885 harganya cuma Rp. 650.000,-

Berikut ini informasi produknya :
Modem Sierra 885 USB merupakan produk yang dirancang untuk koneksi wireless broadband internet di masa sekarang dan yang akan datang. Modem ini di desain dengan bentuk yang kecil (stick USB),warna hitam glossy pada muka dan lapisan berbahan rubber dof pada bagian bawahnya, simpel dan tidak memakai baterai pada saat pengoperasiannya.

No Produk : 190335
Berat Pengiriman : 1 kg
Harga : Rp. 650.000
Link : Modem GSM 3G/HSDPA Sierra Compass 885 - Alnect Computer - Alnect Komputer

Modem USB 3G/HSDPA ini dilengkapi dengan port eksternal untuk antena tambahan yang berfungsi sebagai penguat penerima sinyal GSM. Juga dilengkapi slot MicroSD yang berfungsi sebagai card reader dan bisa digunakan sebagai media transfer dan penyimpanan sementara file dan data mobile Anda.

Spesifikasi
Interface to PC : USB 2.0 High Speed Data Transfer
GPRS Support : Yes with Quad Band EDGE/GPRS : 850, 900, 1800, 1900 MHz
2G EDGE Support : Yes with Quad Band EDGE/GPRS : 850, 900, 1800, 1900 MHz
3G UMTS Support : Yes with Tri Band UMTS/HSDPA : 850, 1900, 2100 MHz
3.5G HSDPA Support : Yes with Tri Band UMTS/HSDPA : 850, 1900, 2100 MHz
3.75G HSUPA Support : Yes with Single-Band WCDMA/HSDPA : 2100 MHz
GPRS Downlink Speed : Up to 156.3 Kbps
EDGE Downlink Speed : Up to 236.8 Kbps
UMTS Downlink Speed : Up to 384 Kbps
HSDPA Downlink Speed : Up to 3.6 Mpbs
HSUPA/WCDMA Downlink Speed : up to 7.2 Mbps
SMS Support : Available
Voice Call Support : Not Available
SIM Card Support : Standard 6 PIN SIM card interface
MicroSD Slot : Available Up to 4GB, SDHC Support
Zero CD Technology : Available (TRU-Install automatic software installation)
Antenna System Miniature Internal Antenna Connection (Support External Antenna)
GPS Module Support : GPS Enabled for Location-Based Services
Color LED Indicator : Yes
O/S Compability : Supported OS : Windows® Vista, XP, 2000, and Mac OS X
Other Features: Support VPN for Secure Access to Corporate Networks and e-mail
Dimension (WHD) : (82.1 x 25.3 x 13.4) mm
Weight : 30 gram
Alnect Care Warranty : 30 Hari
Standard Warranty : 30 Hari
Manufacturer website : http://www.sierrawireless.com/

Untuk ulasan tentang modem, bisa dibaca tulisan berikut ini :

Modem
Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut “modem”, seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.

Cara memilih modem:
Memilih modem internet yang sesuai untuk keperluan internet anda sangatlah penting. Karena pilihan modem akan mempengaruhi harga yang harus anda bayar dan juga kualitas dari modem itu sendiri. Kecepatan akses internet selain tergantung dari penyedia internet anda, juga sangat tergantung dari jenis modem internet yang dipakai. Sehingga sangatlah bijak jika anda ingin komputer anda tersambung dengan internet melalui modem, maka terlebih dahulu anda harus memperhitungkan kecepatan internet yang disediakan oleh penyedia internet anda. Apakah kecepatan dari paket layanan internet yang anda pilih hanya sebatas GPRS atau sudah mendukung 3G, atau bahkan telah mendukung jaringan HSDPA dan HSUPA. Jangan sampai modem yang anda pilih tidak mampu menjembatani koneksi internet anda yang cepat atau tinggi. Dan juga jangan sampai sebaliknya. Pilihlah modem internet yang sesuai dengan kecepatan internet anda.

Semoga bermanfaat

Alnect computer Blog Contest

Selengkapnya...
UFD Kingston DT-G2 4GB [Alnect Komputer]
11:41 PM | Author: Sapta

Belajar dan belanja Online di Alnect Computer

USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash tipe NAND yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Per November 2006, kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte. Untuk merk bermacam-macam salah satunya adalah Kingston [UFD Kingston DT-G2 4GB] yang dijual juga di http://www.alnect.net/

USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau cakram padat. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

Fungsi dari Flash disk adalah sebagai media penyimpanan data, cara kerjanya adalah dengan memasukkan sambungan USB kedalam slot USB yang ada di komputer, tunggu sampai komputer anda mendetect FD tesebut, maka baru ia dapat digunakan.

Untuk saat ini Kingston sudah mengeluarkan produk DataTraveler Generation 2 (G2) USB Flash Drive sangat Ideal digunakan untuk di rumah, kantor, bisnis kecil, dan lingkungan sekolah. Berguna untuk menyimpan data-data mobile anda di setiap pemakaiannya.

Untuk saat ini juga saya memakai produk ini, bahkan belinya sudah 5 bulan yang lalu dan harganya pun cukup mahal sebesar Rp 300.000,- untuk flash disk ukuran 4GB. Tetapi sekarang harganya sudah beda banget cukup dengan Rp. 99.000,- anda sudah bisa mendapatkan Flash Disk dengan kapasitas 4GB hanya di Alnect Computer. Ayoooo Cepetan beli...

Ayo klik :
http://www.alnect.net/products.php?/8/29/91/128/Storage_Media/USB_FlashDisk__4GB/Kingston/UFD_Kingston_DT-G2_4GB untuk melihat dan transaksi onlinenya.

Lihat juga blog contestnya, berhadiah...
Alnect computer Blog Contest

Tengkiyu.

Selengkapnya...
Mengenal Sistem Operasi Dream Linux
9:51 PM | Author: Sapta

SISTEM OPERASI DREAM LINUX

Seperti telah dijelaskan diatas, Linux memiliki perkembangan sistem operasi yang sangat pesat termasuk juga Dream Linux adalah expansi dari Sistem Operasi Linux itu sendiri. Mengenai versi tentang Dream Linux, memiliki dua versi yaitu versi Desktop untuk komputer desktop dan versi Portable yang biasanya dipakai untuk live USB.

Untuk minimum spesifikasi hardware sistem operasi Dream Linux adalah sebagai berikut ini:

  • Proc : PIII 800MHz
  • Ram : 128MB
  • VGA : Shared 4MB
  • Harddisk : ~2GB
  • Monitor : Standard
  • Support almost lanCard, printer HP, canon i1000,i1700, epsonC43/45
  • Kernel : 2.6
  • Dekstop Manager : Xfce -MacOs Like customization
  • Office : OpenOffice 2.0
  • Internet : Firefox

Untuk diketahui bahwa sistem operasi dream linux ini memakai sistem kernel linux versi 2.6 dan memiliki fitur desktop seperti MacOS dan disebut Xfce -MacOs Like customization. Fitur lainnya adalah File Manager.

File manager digunakan untuk menjelajah berkas (file) yang ada di komputer anda. Pada layar desktop ada icon-icon yang menunjukkan partisi dan folder yang dapat dijelajahi. Klik ganda pada icon-icon tersebut untuk menjelajahi berkas-berkas yang anda simpan pada komputer. Seperti pada gambar dibawah, icon yang diklik adalah home, sehingga muncul isi data-data pada home user.

Anda dapat mengubah-ngubah tampilan file manager sesuai dengan kenyamanan anda. Sebagai contoh apabila anda merasa icon pada file manager terlalu besar dapat dikecilkan melalui menu view -> zoom out

Untuk Fitur lainnya masih banyak lagi, untuk itu silahkan anda mencobanya dengan membuat Live USB Flash Disk pada postingan saya di
http://seven-technology.blogspot.com/2009/07/membuat-live-usb-flash-disk-booting-os.html


Untuk download ISO CD Dream Linux klik
http://www.dreamlinux.com.br/download.html


Terimaksih

Selengkapnya...

Haloo rekan sekalian,

kali ini kita akan belajar tentang Pembuatan Live USB, intinya Sistem Operasi kita dijalankan lewat USB Flash Disk (bukan di hardisk) wahhh kok bisaaa??? makanya baca dulu ya.

Pertama-tama anda harus punya dulu USB Flash Disk, kalo belum beli dulu di toko onlinenya Alnect Komputer atau kerennya disebut Alnect Computer linknya http://www.alnect.net/. Selanjutnya baca postingan untuk review produk USB dari Alnect Computer di sini.

Untuk pengertian dan penjelasan tentang sistem operasi bisa anda lihat di postingan saya sebelumnya http://seven-technology.blogspot.com/2009/05/sistem-operasi-dan-perkembangannya.html

Biasanya OS (Operating Sistem) akan di jalankan di hardisk komputer kita, umpama OS Windows XP dan OS Linux atau OS lainnya. Nah kali ini OS-OS tersebut akan kita booting dari USB Flash Disk. Jadinya banyak manfaat yang bisa dilakukan jika kita mampu menjalankan OS lewat USB Flash Disk ini, contohnya OS Windows XP yang kita pakai terserang virus padahal datanya sangat penting dan tidak bisa diloading OS XP nya, nah dengan OS lewat USB ini kita bisa ambil dan backup datanya, so data kita aman.

Untuk contoh OS yang saya pakai disini adalah Dream Linux, silahkan dilihat pada postingan selanjutnya tentang OS Dream Linux. Untuk file iso / image nya bisa didownload di http://www.dreamlinux.com.br/download.html - pilih yang CD ISO.

Untuk itu ikuti langkahnya...


Pembuatan Live USB Sistem Operasi Dream Linux

Untuk membuat live USB Sistem Operasi Dream Linux cukup gampang, untuk itu ikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Siapkan komputer yang support USB v2.0 dengan Sistem Operasi Windows XP (karena saya sudah berhasil mencobanya menggunakan OS Windows XP)
  2. Siapkan USB Flash Disk Versi 2.0 berkapasitas 4 GB (minimal 1 GB) yang kosong, anda bisa memformatnya terlebih dahulu.
  3. Siapkan file image sistem operasi Dream Linux berbentuk ISO atau image lainnya. Anda bisa langsung mendownload iso OS Dream Linux di http://www.dreamlinux.com.br/
  4. Siapkan aplikasi Unetbootin.exe untuk pembuatan Live USB ke Flashdisk
  5. Setelah peralatan 1-4 sudah ada, maka jalankan apikasi Unetbootin.exe
  6. Maka akan tampil window seperti disamping ini
  7. Anda bisa memilih Distribution jika langsung memilih dream linux. Untuk lebih cepatnya, pilihlah opsi Diskimage dan pilih ISO lalu masukkan file Image yang sudah di download tadi pada situs resminya Dream Linux.
  8. Kemudian pilih Type menjadi USB Drive dan Drive pilih H:\ sesuai drive USB Flash Disk.
  9. Lalu OK, selanjutnya ditunggu sampai proses selesai sesuai dengan progress yang ditampilkan.
  10. Setelah Finish lalu klik Reboot untuk restart komputer.
  11. Setelah restart, silahkan anda test Live USB tersebut, dengan seting boot priority menjadi USB terlebih dahulu pada bios motherboard anda, lalu simpan dan restart kembali. Untuk seting ke boot priority USB, untuk device USB harus di enablekan dulu dan ini sangat penting sehingga USB Flashdisk anda akan terdeteksi.
  12. Kemudian OS akan diloading dari USB Flash Disk dan mudah-mudahan berhasil.
  13. Selesai.

Catatan :
Mudah-mudahan ilmu ini bermanfaat, terimakasih.


Salam,
Ketut Sapta Wijaya



Selengkapnya...

Pernahkan anda mempunyai kasus untuk mencari selisih 2 tabel pada Microsoft SQL Server atau Database lainnya? Maksudnya, anda memiliki 2 buah tabel, tabel satu dan tabel 2. Dimana tabel satu memiliki 10 records, sedangkan tabel 2 hanya memiliki 5 records saja. Nah bagaimana caranya untuk mengetahui record yang selisih tersebut? untuk itu silahkan dicoba cara berikut ini:

SELECT * FROM t1 WHERE NOT EXISTS (SELECT * FROM t2 WHERE t2.Id = t1.Id)

atau


SELECT * FROM t1 LEFT OUTER JOIN t2 ON t1.Id = t2.Id WHERE t2.Id IS NULL


Jika primary key anda lebih dari satu, bisa juga pakai ini:

SELECT Id, Col1 FROM t1 WHERE NOT EXISTS
(SELECT 1 FROM t2 WHERE t1.Id = t2.Id AND Col1.t1 = Col2.t2)


Untuk anda pemakai SQL Server 2005 atau lebih, bisa pakai ini:

SELECT Id, Col1 FROM t1 EXCEPT SELECT Id, Col1 FROM t2

Untuk mencari record dimana berada pada sumber tetapi tidak pada target tabel atau sebaliknya.

SELECT * FROM (SELECT Id, Col1 FROM t1, 'old'
UNION ALL
SELECT Id, Col1 FROM t2, 'new') t
ORDER BY Id



Terimakasih, semoga bermanfaat.

Selengkapnya...
Sistem Operasi dan Perkembangannya
10:15 PM | Author: Sapta

Kali ini saya akan mencoba mengulas tentang beberapa dari penjelasan Sistem Operasi dan perkembangannya, antara lain:

1. Sistem Operasi Linux
2. Sistem Operasi Macintosh
3. Sistem Operasi Mandrake Linux
4. Sistem Operasi MenuetOS
5. Sistem operasi Minix
6. Sistem Operasi MorphOS
7. Sistem Operasi MS-Dos
8. Sistem Operasi MVS
9. Sistem Operasi NetBSD
10. Sistem Operasi Netware
11. Sistem Operasi AIX (Advanced Interactive eXecutive)
12. Sistem Operasi AmigaOS
13. AtheOS Operating System
14. CP/M (Control Program/Monitor)
15. Sistem Operasi Darwin
16. Debian Linux


Berikut penjelasanya :

1. Sistem Operasi Linux

Linux (diucapkan lɪnəks atau /lɪnʊks) adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapapun.

Nama "Linux" berasal dari nama kernelnya (kernel Linux), yang dibuat tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.

Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router.

Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).

Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) (seperti GNOME dan KDE), dan paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, dan Gnumeric.


Sejarah

Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.

Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu. Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.

Disain

Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.

Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.

Antarmuka pengguna

Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).

Pada komputer meja, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer, walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di mesin yang lain.

GUI yang lain memiliki X window manager seperti FVWM, Enlightenment, Fluxbox dan Window Maker. Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem jendela X.

Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah antarmuka baris perintah lewat sebuah shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya memiliki CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol seperti SSH atau telnet.

Kebanyakan komponen tingkat rendah Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi inter-proses yang sangat sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.

Pengembangan

Sebuah ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi bertipe Unix menunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun memiliki konsep dan disain arsitektur yang sama, Linux tidak memiliki kode sumber yang tidak bebas seperti halnya Unix atau Minix.Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.

Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.

Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.

Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Komunitas

Sebuah sesi baris perintah menggunakan bash.Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.

Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.

Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang berkaitan dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis setiap bulan. Slashdot adalah situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw memiliki berita mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNU dalam proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya memiliki cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.

Walaupun Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell, IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat. Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual dapat dilihat sebagai suatu simbiosis. Satu model bisnis yang umum dari pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya terhadap pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain adalah dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.

Pemrograman di Linux

Kebanyakan distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.

Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE. Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.


Penggunaan

Sebagian besar distribusi Linux didisain untuk penggunaan umum di komputer meja dan peladen, tetapi terdapat distribusi yang dikhususkan untuk tujuan dan lingkungan yang berbeda yang tergantung kepada dukungan arsitektur komputer, sistem benam, stabilitas, keamanan, lokalisasi ke wilayah atau bahasa tertentu, kelompok pengguna tertentu, dukungan aplikasi waktu nyata, atau lingkungan desktop tertentu. Beberapa distribusi bahkan mengikutkan hanya perangkat lunak bebas. Sekarang ini ada sekitar tiga ratus distribusi yang secara aktif dikembangkan, dengan sekitar selusin distribusi yang menjadi terpopuler untuk penggunaan secara umum.

Linux adalah sistem operasi yang di-porting secara luas. Kernel Linux awalnya didisain hanya untuk mikroprosesor Intel 80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam arsitektur komputer antara lain di perangkat hand-held iPAQ berbasis ARM, komputer mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa telepon bergerak hingga superkomputer. Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah kecil arsitektur. Fork kernel ELKS dapat dijalankan di mikroprosesor 16-bit Intel 8086 atau Intel 80286, sementara fork kernel µClinux dapat dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki sebuah unit manajemen memori.


Komputer meja

Walaupun masih terdapat kekurangan dalam hal porting Linux untuk beberapa perangkat lunak Mac OS X dan Microsoft Windows untuk domain seperti desktop publishing dan audio profesional, aplikasi yang secara kasar sama dengan aplikasi-aplikasi untuk Mac dan Windows tersebut tersedia di Linux.

Kebanyakan distribusi Linux menyediakan sebuah program untuk melihat daftar ribuan perangkat lunak bebas yang telah diuji dan dikonfigurasi untuk sebuah distribusi yang spesifik. Program-program bebas ini dapat diunduh dan diinstal dengan satu klik tetikus dan sebuah tanda tangan digital menjamin bahwa tidak ada seorangpun yang menambahkan virus atau spyware ke program-program tersebut.

Banyak perangkat lunak bebas yang populer di Windows seperti Pidgin, Mozilla Firefox, Openoffice.org dan GIMP. Jumlah perangkat lunak berbayar di Linux juga semakin bertambah seperti Adobe Flash Player, Acrobat Reader, Matlab, Nero Burning ROM, Opera, RealPlayer, dan Skype. Dalam animasi dan efek visual, terdapat juga perangkat lunak di Linux seperti halnya Windows seperti AutoDesk Maya, Softimage XSI dan Apple Shake. CrossOver merupakan perangkat lunak berbayar berbasis proyek sumber terbuka Wine yang dapat menjalankan versi lama dari Microsoft Office dan Adobe Photoshop. Microsoft Office 2007 dan Adobe Photoshop CS3 diketahui dapat dijalankan


Hak cipta dan Merek Dagang

Linux kernel dan kebanyakan perangkat lunak GNU menggunakan GNU General Public License (GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama. Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.” Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem X Window System menggunakan MIT License.

Linus Torvald telah menyatakan ke khayalak umum bahwa ia tidak akan memindahkan lisensi kernel Linux yang saat ini menggunakan GPL versi 2 ke GPL versi 3, yang ditembangkan pada pertengahan tahun 2007, dengan alasan beberapa ketentuan yang terdapat pada lisensi baru tersebut melarang penggunaan perangkat lunak dalam manajemen hak digital (Inggris: Digital rights management).

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distro perangkat lunak tersebut terdiri atas 30 juta baris kode. Dengan menggunakan algoritma model biaya konstruktif (Inggris:Constructive Cost Model), penelitian itu memperkirakan bahwa distro tersebut membutuhkan waktu kira-kira delapan ribu tahun kerja untuk mengembangkannya. Menurut penelitian tersebut, jika semua elemen dari perangkat lunak tersebut dikembangkan dengan cara konvensional dalam artian sebagai perangkat lunak tertutup, pengembangan distro tersebut akan menelan biaya sebesar 1,08 miliar dolar (basis nilai tukar dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.

Kebanyakan dari kode (71%) ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti C++, Assembly, Perl, Python, Fortran, dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas 2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.

Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0. Distro tersebut terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode, dan penelitian tersebut memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan sebesar 5,4 miliar euro jika dikembangkan sebagai perangkat linak tertutup.

Di Amerika Serikat, Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi komputer bagi penggunaan komputer dan operasi". Merek dagang ini didaftarkan setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan megklaim trademark Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.


Distribusi Linux

Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.

Contoh-contoh distribusi Linux :
Ubuntu dan derivatifnya : Ubuntu Muslim Edition Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu, SuSE, Fedora, Mandriva, Slackware, Debian, PCLinuxOS, Knoppix, Xandros

Aplikasi Sistem Operasi Linux

Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut hacker atau geek. Namun stereotipe ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang cukup baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus, seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer dalam pasaran komputer desktop.

Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.

Linux juga sering digunakan sebagai sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di Negara-negara berkembang.

Dengan lingkungan desktop seperti KDE dan GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada antarmuka baris teks seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada utilitas komersil.


Pasar serta kemudahan pemakaian

Saat ini, linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah digunakan (user-friendly), dilengkapi dengan antarmuka grafis dan ketersediaan berbagai macam aplikasi yang lebih mirip dengan sistem operasi lainnya, daripada hanya sebatas baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor "kemudahanan dalam pemakaian" yang memuaskan. Persoalans perintah (command line) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.


Dukungan


Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan melalui peer(dalam kontn Linux pada tahun 2002 adalah 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar Komputer pribadi.

Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau Macintosh, Linux mungkin terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena perbedaan dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu mengganti program yang sering mereka gunakan dengan program lain sebagai pengganti bila program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain adalah sifat keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi mereka yang biasa mereka pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan Windows). Selain itu, kebanyakan komputer baru telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows siap pakai (preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.

Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan konfigurasi komputer (administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.

Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta kemudahanan Linux. Relevantive (sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset lembaga tentang kemudahan program, serta servis web) telah membuat kesimpulan bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan menggunakan komputer meja adalah hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.

Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan minat penggunaan linux pada lapisan pengguna Enterprise lebih kecil dibandingkan sistem operasi lain (Sumber:Marcinkowski, 2003). Disamping itu, ragam pilihan distribusi Linux yang cukup banyak juga dikatakan membingungkan konsumer, dan vendor program.

Instalasi

Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi pengguna baru, namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah. Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan komputer pribadi besar, komputer terpasang (built up) dengan distribusi Linux siap pakai saat ini banyak tersedia. Selain itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (boot) secara langsung dari cakram optik (CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (hard disk); hal ini dikenal dengan istilah Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya. ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses boot.

Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar MP3, Office Suite, dan pengolah gambar.

Konfigurasi

Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat berkas teks di direktori /etc. Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat antarmuka grafik. Kendati demikian, baris perintah (command line) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.


Dukungan


Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan melalui peer(dalam konteks ini maksudnya kelompok pengguna linux/KPLI) - pengguna Linux lain di dalam forum internet, IRC, newsgroup dan mailing list. Kelompok Pengguna Linux (LUG, Linux User Group) telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu pengguna lokal, pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia kelompok ini tergabung dalam KPLI daerah seperti KPLI Jakarta, KPLI Bandung, KPLI Jogja dan masih banyak lainnya. Bantuan termasuk instalasi, penggunaan, pengadaan serta menggalakkan pengembangan sistem Linux.

Dukungan resmi Linux di Indonesia dapat diperoleh di Linux User Group (LUG) Indonesia atau http://www.lugi.or.id atau http://www.infolinux.or.id

Dukungan komersil bagi distribusi Linux secara umum menggunakan model bisnis dengan menyediakan dukungan teknis. Dukungan pihak ketiga juga sudah tersedia.


Skala Usaha Pembangunan Linux

Sebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux's Size) Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distribusi ini berisi 30 juta baris kode sumber (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa distribusi ini memerlukan waktu pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan dengan cara proprietary konvensional. Dan akan menghabiskan sekitar 1.08 miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.

Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl, Fortran dan Python.

Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.

Kernel Linux mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total kode yang dipakai dalam sebuah distribusi/distro. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas dari distribusi Linux terdiri dari kode yang tidak terkandung dalam Kernel Linux.


"GNU/Linux"

GNU adalah singkatan dari GNU's Not Unix.

Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU - tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna - Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".


Tindakan Undang-undang (Litigasi)

Artikel utama: SCO Vs IBM Pada bulan Maret 2003, Grup SCO (SCOG - SCO Group) telah mengeluarkan gugatan terhadap IBM yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebagin besar dari bahan intelektual milik SCOG (kode sumber) ke dalam kernel Linux, di mana hal ini merupakan pelanggaran terhadap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX. Disebutkan bahwa lisensi tersebut dipegang oleh Kelompok SCO. Tambahan lagi, Kelompok SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan memberi ancaman tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kelompok SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kelompok SCO juga mengeluarkan pernyataan pada media massa bahwa mereka akan menggugat pengguna Linux selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh Kelompok SCO terhadap Novell, DaimlerChrysler, dan AutoZone, selain gugatan balik oleh Red Hat dan pihak lain terhadap SCOG.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Linux ------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk sistem operasi lainnya, silahkan download file pdf berikut ini :

Link :
http://www.ziddu.com/download/5717709/SistemOperasi.pdf.html


Terimakasih.
Salam,
Ketut Sapta Wijaya

Selengkapnya...

Berikut ini saya posting contoh aplikasi SMS Gateway dengan AT Command di Microsoft Visual Fox Pro, yang didapat dari http://www.fox-id.com/. Caranya buka Ms. VFP anda dan pilih new - program, lalu di copy paste sintak berikut ini kemudian RUN (Ctlr + E):

*!* Aplikasi SMS dengan Visual FoxPro via IrDA
*!* Created by : Handi Rusli
*!* Member Of http://www.fox-id.com
*!* Komunitas Programmer FoxPro Indonesia
LOCAL oForm as Form
oForm = CREATEOBJECT("FormSMS")
oForm.Show(1)
RETURN
DEFINE CLASS FormSMS AS form
DataSession = 2
Height = 440
Width = 527
AutoCenter = .T.
Caption = "Aplikasi SMS dengan Visual FoxPro"
ADD OBJECT sms as mysms WITH Visible = .F.
ADD OBJECT pageframe1 as mypageframe1
ADD OBJECT label1 AS myLabel WITH ;
Caption = "Com Port :", ;

Height = 17, ;
Left = 67, ;
Top = 126, ;
Width = 60
ADD OBJECT label2 AS myLabel WITH ;
FontBold = .T., ;
FontName = "Verdana", ;
FontSize = 10, ;
Caption = "http://www.fox-id.com (Komunitas Programmer FoxPro Indonesia)", ;
Height = 18, ;
Left = 7, ;
Top = 416, ;
Width = 512
ADD OBJECT label3 AS myLabel WITH ;
Caption = "Baud Rate Settings :", ;
Height = 17, ;
Left = 13, ;
Top = 153, ;
Width = 114
ADD OBJECT label4 AS myLabel WITH ;
Caption = "(9600,N,8,1) - Default Value", ;
Height = 17, ;
Left = 225, ;
Top = 154, ;
Width = 153
ADD OBJECT label5 AS myLabel WITH ;
FontBold = .T., ;
FontSize = 12, ;
Caption = "Cobalah SMS ke nomor ini, ", ;
Height = 22, ;
Left = 158, ;
Top = 378, ;
Visible = .F., ;
Width = 211, ;
ForeColor = RGB(255,0,0)
ADD OBJECT label6 AS myLabel WITH ;
FontBold = .T., ;
FontSize = 12, ;
Caption = "OnComm Event akan memberitahu Anda bahwa ada SMS Masuk :-D", ;
Height = 22, ;
Left = 4, ;
Top = 398, ;
Visible = .F., ;
Width = 518, ;
ForeColor = RGB(255,0,0)
ADD OBJECT label7 AS myLabel WITH ;
FontBold = .T., ;
Caption = "* Tested using Nokia 6510 & Nokia 8310 Mobile Phone via IrDA with Windows XP", ;
Height = 17, ;
Left = 3, ;
Top = 99, ;
Width = 454, ;
ForeColor = RGB(0,0,255)
ADD OBJECT edit1 AS editbox WITH ;
FontSize = 7, ;
Height = 94, ;
Left = 3, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 3, ;
Width = 521
ADD OBJECT command1 AS commandbutton WITH ;
Top = 138, ;
Left = 396, ;
Height = 27, ;
Width = 108, ;
Caption = "Connect"
ADD OBJECT text1 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
InputMask = "#", ;
Left = 133, ;
Top = 124, ;
Width = 30
ADD OBJECT text2 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 133, ;
Top = 150, ;
Width = 87
PROCEDURE Init
SET TALK OFF
SET BELL OFF
SET CENTURY ON
thisform.edit1.Value="Demo ini hanya merepresentasikan bagaimana Teknologi "+;
"SMS dapat digunakan di Visual FoxPro (tidak menunjukan semua kemampuan yang "+;
"dimiliki oleh Teknologi ini). Untuk tingkat lanjut, "+;
"Anda dapat mengunjungi situs http://www.forum.nokia.com "+CHR(013)+CHR(013)+;
"Salam hangat, "+CHR(013)+CHR(013)+;
"Handi Rusli"
thisform.text1.Value = thisform.sms.CommPort
thisform.text2.Value = thisform.sms.settings
ENDPROC
PROCEDURE command1.Click
IF this.Caption="Connect"
=MESSAGEBOX("Bagi Anda yang menggunakan IrDA sebagai koneksinya, "+;
"pastikan Modul IrDA sudah diaktifkan di HP Anda dan "+CHR(013)+;
"Virtual Infrared COM Port sudah diinstall pada komputer Anda."+CHR(013)+CHR(013)+;
"Tekan 'OK' Jika sudah siap",64,"Perhatian")
thisform.sms.PortOpen = .t.
WITH thisform.pageframe1.page3
.text1.value = thisform.sms.ManufacturerInfo()
.text2.value = thisform.sms.ModelInfo()
.text3.value = thisform.sms.IMEIInfo()
.edit1.value = thisform.sms.FirmwareInfo()
ENDWITH
thisform.pageframe1.page1.Activate
this.Caption="Disconnect"
WITH this.Parent
STORE .f. to .text1.Enabled, .text2.enabled
ENDWITH
WITH thisform
STORE .t. to .label5.visible,.label6.visible
ENDWITH
ELSE
thisform.sms.PortOpen = .f.
this.Caption="Connect"
WITH this.Parent
STORE .t. to .text1.Enabled, .text2.enabled
ENDWITH
WITH thisform.pageframe1.page3
STORE "" TO .text1.value,.text2.value,.text3.value,.edit1.value
ENDWITH
WITH thisform
STORE .f. to .label5.visible,.label6.visible
ENDWITH
ENDIF
ENDPROC
PROCEDURE text1.LostFocus
thisform.sms.CommPort=this.Value
ENDPROC
PROCEDURE text2.LostFocus
thisform.sms.Settings=ALLTRIM(this.Value)
ENDPROC
ENDDEFINE
DEFINE CLASS mypageframe1 as PageFrame
TabStyle = 1
Top = 179
Left = 0
Width = 528
Height = 196
ADD OBJECT page1 as mypage1
ADD OBJECT page2 as mypage2
ADD OBJECT page3 as mypage3
ENDDEFINE
DEFINE CLASS mypage1 as Page
FontBold = .T.
Caption = "Read SMS"
ADD OBJECT label1 AS myLabel WITH ;
Caption = "Inbox No :", ;
Height = 17, ;
Left = 60, ;
Top = 20, ;
Width = 56
ADD OBJECT label2 AS myLabel WITH ;
Caption = "Pengirim (Sender) :", ;
Height = 17, ;
Left = 8, ;
Top = 46, ;
Width = 109
ADD OBJECT label3 AS myLabel WITH ;
Caption = "Tgl Kirim :", ;
Height = 17, ;
Left = 60, ;
Top = 69, ;
Width = 57
ADD OBJECT label4 AS myLabel WITH ;
Caption = "Jam Kirim :", ;
Height = 17, ;
Left = 53, ;
Top = 92, ;
Width = 64
ADD OBJECT label5 AS myLabel WITH ;
Caption = "Pesan (Message) :", ;
Height = 17, ;
Left = 262, ;
Top = 18, ;
Width = 106
ADD OBJECT spinner1 AS spinner WITH ;
Height = 24, ;
InputMask = "##", ;
KeyboardHighValue = 15, ;
KeyboardLowValue = 1, ;
Left = 119, ;
SpinnerHighValue = 15.00, ;
SpinnerLowValue = 1.00, ;
Top = 19, ;
Width = 43, ;
Value = 1
ADD OBJECT text1 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 119, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 43, ;
Width = 134
ADD OBJECT text2 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 119, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 66, ;
Width = 134
ADD OBJECT text3 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 119, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 89, ;
Width = 134
ADD OBJECT edit1 AS editbox WITH ;
Height = 109, ;
Left = 262, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 38, ;
Width = 254
ADD OBJECT command1 AS commandbutton WITH ;
Top = 116, ;
Left = 138, ;
Height = 27, ;
Width = 84, ;
Caption = "Delete"
PROCEDURE Activate
this.spinner1.InteractiveChange
ENDPROC
PROCEDURE spinner1.InteractiveChange
IF thisform.sms.readsms(this.Value)
WITH this.Parent
.text1.Value = thisform.sms.pengirim
.text2.Value = thisform.sms.tglkirim
.text3.value = thisform.sms.jamkirim
.edit1.value = thisform.sms.pesan
ENDWITH
this.Parent.command1.Enabled= .t.
ELSE
WITH this.Parent
STORE "Kosong" TO .text1.value,.text2.value,.text3.value,.edit1.value
ENDWITH
this.Parent.command1.Enabled= .F.
ENDIF
ENDPROC
PROCEDURE command1.Click
thisform.sms.deletesms(this.Parent.spinner1.Value)
this.Parent.spinner1.InteractiveChange
ENDPROC
ENDDEFINE
DEFINE CLASS mypage2 as Page
FontBold = .T.
Caption = "Send SMS"
ADD OBJECT label1 AS myLabel WITH ;
Caption = "Nomor HP yang dituju :", ;
Height = 17, ;
Left = 35, ;
Top = 23, ;
Width = 128
ADD OBJECT label2 AS myLabel WITH ;
FontBold = .T., ;
Caption = "* (Maksimal 160 karakter)", ;
Height = 17, ;
Left = 167, ;
Top = 105, ;
Width = 149
ADD OBJECT label3 AS myLabel WITH ;
Caption = "Pesan :", ;
Height = 17, ;
Left = 119, ;
Top = 50, ;
Width = 44
ADD OBJECT text1 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 167, ;
Top = 21, ;
Width = 132
ADD OBJECT edit1 AS editbox WITH ;
Height = 55, ;
Left = 167, ;
MaxLength = 160, ;
Top = 48, ;
Width = 321
ADD OBJECT command1 AS commandbutton WITH ;
Top = 127, ;
Left = 220, ;
Height = 27, ;
Width = 84, ;
Caption = "Kirim"
PROCEDURE command1.Click
IF thisform.sms.sendsms(ALLTRIM(this.Parent.teXT1.Value),ALLTRIM(this.Parent.ediT1.Value))
=MESSAGEBOX("Pesan sudah dikirim",64,"Aplikasi SMS dgn VFP")
ELSE
=MESSAGEBOX("Pesan TIDAK terkirim",16,"ERROR")
ENDIF
ENDPROC
ENDDEFINE
DEFINE CLASS mypage3 as Page
FontBold = .T.
Caption = "Mobile Phone Info"
ADD OBJECT label1 AS myLabel WITH ;
Caption = "Manufacturer Info :", ;
Height = 17, ;
Left = 66, ;
Top = 24, ;
Width = 102
ADD OBJECT label2 AS myLabel WITH ;
Caption = "Model Info :", ;
Height = 17, ;
Left = 104, ;
Top = 48, ;
Width = 64
ADD OBJECT label3 AS myLabel WITH ;
Caption = "Firmware Info :", ;
Height = 17, ;
Left = 85, ;
Top = 94, ;
Width = 83
ADD OBJECT label4 AS myLabel WITH ;
Caption = "Serial Number :", ;
Height = 17, ;
Left = 80, ;
Top = 71, ;
Width = 88
ADD OBJECT text1 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 171, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 22, ;
Width = 286
ADD OBJECT text2 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 171, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 45, ;
Width = 286
ADD OBJECT edit1 AS editbox WITH ;
Height = 53, ;
Left = 171, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 91, ;
Width = 286
ADD OBJECT text3 AS textbox WITH ;
Height = 23, ;
Left = 171, ;
ReadOnly = .T., ;
Top = 68, ;
Width = 286
ENDDEFINE
DEFINE CLASS myLabel as Label
AutoSize = .T.
BackStyle = 0
ENDDEFINE
DEFINE CLASS mySMS as Container
nTimeOut = 10
CommPort = 4
PortOpen = .f.
Settings = "9600,N,8,1"
myBuffer = ""
Pengirim = ""
UdahDiBaca = .t.
TglKirim = ""
JamKirim = ""
Pesan = ""
ADD OBJECT oSMS as myOLE
PROCEDURE PortOpen_Assign
LPARAMETERS newValue
this.PortOpen = m.newValue
IF this.PortOpen
this.oSMS.Settings = this.Settings
this.oSMS.InputLen = 0
this.oSMS.CommPort = this.CommPort
this.oSMS.Handshaking = 3 && Setting Buffer
ENDIF
this.oSMS.PortOpen = this.PortOpen
IF this.PortOpen
*!* Memerintahkan HP/Modem untuk berjalan di Mode Teks
this.SendReceiveData("AT+CMGF=1")
*!* Memerintahkan HP/Modem untuk mem-"ByPass" SMS yg masuk langsung ke PC (tidak disimpan ke SIM Card)
this.SendReceiveData("AT+CNMI=2,2")
ENDIF
ENDPROC
PROCEDURE SendReceiveData
LPARAMETERS cString,lRemoveATCommand
IF PCOUNT()=1
lRemoveATCommand = .t.
ENDIF
LOCAL nWaktu as Long, lSendSMS as Boolean
WITH this.oSMS
STORE 0 TO .Rthreshold,.Sthreshold
.InBufferCount = 0
IF ("AT+CMGS=" $ cString)
lSendSMS = .t.
ELSE
lSendSMS = .f.
ENDIF
.Output = cString + CHR(13)
cString = ""
nWaktu = SECONDS() + this.nTimeOut
DO WHILE (nWaktu>SECONDS()) .and. ;
IIF(lSendSMS,!(">" $ cString),(!("OK" $ cString) .and. !("ERROR" $ cString)))
IF (.InBufferCount>0)
cString = cString + .Input
ENDIF
ENDDO
STORE 1 TO .Rthreshold,.Sthreshold
ENDWITH
IF lRemoveATCommand
cString = SUBSTR(cString,AT(CHR(13),cString),RAT(CHR(13),cString,2)-AT(CHR(13),cString))
ENDIF
RETURN (cstring)
ENDPROC
PROCEDURE IMEIInfo
RETURN STRTRAN(STRTRAN(this.SendReceiveData("AT+CGSN"),CHR(13),""),CHR(10),"")
ENDPROC
PROCEDURE ModelInfo
RETURN STRTRAN(STRTRAN(this.SendReceiveData("AT+CGMM"),CHR(13),""),CHR(10),"")
ENDPROC
PROCEDURE ManufacturerInfo
RETURN STRTRAN(STRTRAN(this.SendReceiveData("AT+CGMI"),CHR(13),""),CHR(10),"")
ENDPROC
PROCEDURE FirmwareInfo
LOCAL cTemp as String
cTemp = this.SendReceiveData("AT+CGMR")
DO WHILE LEFT(cTemp,1)=CHR(13)
cTemp = SUBSTR(cTemp,2)
ENDDO
DO WHILE LEFT(cTemp,1)=CHR(10)
cTemp = SUBSTR(cTemp,2)
ENDDO
RETURN (cTemp)
ENDPROC
PROCEDURE NetworkFieldStrength
RETURN (this.SendReceiveData("AT+CSQ"))
ENDPROC
PROCEDURE SendSMS
LPARAMETERS tSMSNum, tMessage
LOCAL cString
cString = this.SendReceiveData("AT+CMGS=" + ["] + tSMSNum + ["],.f.)
cString = this.SendReceiveData(tMessage + CHR(26),.f.)
RETURN !("ERROR" $ cString)
ENDPROC
PROCEDURE DeleteSMS
LPARAMETERS lSMSNum
RETURN !("ERROR" $ this.SendReceiveData("AT+CMGD=" + TRANSFORM(lSMSNum) + CHR(13)))
ENDPROC
PROCEDURE ReadSMS
LPARAMETERS tSMSNum
LOCAL tChar, i, tRead, lQuoteNum, tDateTime, tData, balik
TRY
tData = "AT+CMGR=" + TRANSFORM(tSMSNum) + CHR(13)
WITH this.oSMS
STORE 0 TO .Rthreshold,.Sthreshold
.InBufferCount = 0
.Output = tData
ENDWITH
tData = ""
i = SECONDS() + this.nTimeOut
DO WHILE (i > SECONDS()) .and. !("OK" $ tData) .and. !("ERROR" $ tData)
IF (this.oSMS.InBufferCount > 0)
tChar = this.oSMS.Input
tData = tData + tChar
ENDIF
ENDDO
STORE 1 TO this.oSMS.Rthreshold, this.oSMS.Sthreshold
IF !EMPTY(tData) .and. !("ERROR" $ tData)
lQuoteNum = 0
STORE "" TO tRead, tSender, tDateTime, tMessage
FOR i = 1 To LEN(tData)
tChar = SUBSTR(tData, i, 1)
IF tChar = ["]
lQuoteNum = lQuoteNum + 1
ENDIF
IF (lQuoteNum = 1) .and. !(tChar=["])
tRead = tRead + tChar
ENDIF
IF (lQuoteNum = 3) .and. !(tChar=["])
tSender = tSender + tChar
ENDIF
IF (lQuoteNum = 5) .and. !(tChar=["])
tDateTime = tDateTime + tChar
ENDIF
IF (lQuoteNum = 6) .and. !(tChar=["])
tMessage = tMessage + tChar
ENDIF
ENDFOR
this.UdahDiBaca = (tRead = "REC READ")
this.Pengirim = tSender
this.TglKirim = LEFT(tDateTime, 8)
this.JamKirim = SUBSTR(tDateTime,10,8)
tMessage = RIGHT(tMessage,LEN(tMessage)-2)
this.Pesan = SUBSTR(tMessage, 1, AT(CHR(13),tMessage) - 1)
balik = .t.
ENDIF
CATCH
balik = .f.
ENDTRY
RETURN (balik)
ENDPROC
ENDDEFINE
DEFINE CLASS myOLE as OLEControl
OLEClass = "MSCommLib.MSComm.1"
PROCEDURE OnComm
IF (this.CommEvent = 2) .and. (this.InBufferCount>0)
this.parent.myBuffer = this.Input
IF !EMPTY(this.parent.myBuffer) .and. !("ERROR" $ this.parent.myBuffer)
lQuoteNum = 0
STORE "" TO tSender, tDateTime, tMessage
FOR i = 1 To LEN(this.parent.myBuffer)
tChar = SUBSTR(this.parent.myBuffer, i, 1)
IF tChar = ["]
lQuoteNum = lQuoteNum + 1
ENDIF
IF (lQuoteNum = 1) .and. !(tChar=["])
tSender = tSender + tChar
ENDIF
IF (lQuoteNum = 3) .and. !(tChar=["])
tDateTime = tDateTime + tChar
ENDIF
IF (lQuoteNum = 4) .and. !(tChar=["])
tMessage = tMessage + tChar
ENDIF
ENDFOR
WITH this.parent
.UdahDiBaca = .f.
.Pengirim = tSender
.TglKirim = LEFT(tDateTime, 8)
.JamKirim = SUBSTR(tDateTime,10,8)
.Pesan = ALLTRIM(tMessage)
=MESSAGEBOX("Pengirim : "+.Pengirim+CHR(013)+;
"Tgl Kirim : "+.tglkirim+CHR(013)+;
"Jam Kirim : "+.jamkirim+CHR(013)+;
"Pesan : "+.pesan,64,"Ada SMS Masuk",5000)
ENDWITH
ENDIF
ENDIF
ENDPROC
ENDDEFINE

Selesai.


Selengkapnya...

Tutorial kali ini, kita mencoba untuk membuka dan menghilangkan password sheet atupun workbook file Microsoft Excel anda kerennya di sebut Unprotect Sheet atau Unprotect Workbook. Perlu diketahui sebelumnya, bahwa file Excel bisa kita protect dengan password, langkahnya cukup mudah yaitu klik menu Tools - Protection - Protect Sheet. Lalu pilih bagian mana saja yang akan di protect dengan mengisi chek list supaya tidak bisa di edit selanjutnya isikan password - Ok - dan isikan password lagi dan Oke lagi.

Nah sekarang bagaimana caranya untuk menghilangkan password tersebut? Untuk itu ikuti langkah berikut ini:

1. Pertama anda donload dulu file excel yang berisi macro ini disini

http://mcgimpsey.com/excel/downloads/allinternalpasswords.xls

2. Setelah anda download, setinglah macro anda menjadi Medium atau Low dengan cara klik menu Tools - Macro - Security - Pilih Low
3. Jalankan file allinternalpasswords.xls yang tadi
4. Maka akan muncul toolbar All Internal Password Bar yang berisi command Remove Passwords
5. Selanjutnya buka file excel anda yang diprotect
6. Lalu klik toolbar Remove Passwords dan klik Oke
7. Tunggu sampai password semua di remove, dan proses ini memerlukan waktu yang lama sehingga muncul dialog terakhir yang menandakan finish.
8. Jika sukses maka passwordnya akan di remove.
9. Selesai

Testing ini sudah saya coba dan berhasil. Suksme.

NB: di sadur dari http://mcgimpsey.com/excel/removepwords.html dan ditransalte sefamiliar mungkin dengan bahasa Indonesia.


Selengkapnya...
Belajar XML
11:58 PM | Author: Sapta

Berikut lanjutan dari pengertian XML

XML Bagian 3
Menampilkan Data XML

Setelah anda mengetahui aturan dalam membuat dokumen XML, kini anda harus mengetahui cara untuk menggunakannya dan menampilkannya pada dokumen HTML.

Untuk menampilkan dokumen XML, anda mebutuhkan browser Internet Explorer versi 5 ke

atas atau Netscape versi 6. Jika anda langsung membuka file XML pada browser, maka akan ditampilkan adalah dokumen yang diberi warna pada code root dan child dilengkapi dengan tanda plus (+) dan minus (-) yang digunakan untuk membuka dan menutup elemen yang ada didalamnya.

Anda disarankan tidak menampilkan dokumen XML secara langsung, pada situs anda. Karena tidak semua user atau pengunjung mengerti dan mengetahui cara membacanya. Sebaiknya anda menggunakan HTML untuk menampilkan data yang ada pada dokumen XML.

Dengan menggunakan HTML, anda dapat memformat tampilan menjadi lebih bagus dan data dapat lebih mudah dimengerti untuk dibaca.

Anda dapat membuat file HTML berikut ini dengan Dreamweaver. Agar penulisannya dan pembacanya menjadi lebih mudah. Berikut adalah script HTML untuk menampilkan data yang terdapat pada file XML:

Pada baris ke-7 file XML akan di impor ke dalam file HTML dengan menuliskan nama file dan path-nya (jika ada). Script pada baris inilah yang akan anda gunakan untuk mengambil file XML dari situs lain, yang kemudian akan ditampilkan pada situs anda.

Caranya, anda hanya perlu mengganti path pada nama file menjadi address dan nama file dari situs yang akan anda ambil file XML nya. Sebagai contoh, anda akan menampilkan berita-berita mengenai event flash yang ada pada situs babaflash.com di situs anda. Maka baris pada xml src akan diisi dengan address http://www.babaflash.com/xml/news.xml, yang berati anda akan mengambil file news dari http://www.babaflash.com/ yang berisi berita terbaru. Jika berita yang ada di babaflash di update, maka situs anda juga akan ikut terupdate isi beritanya. Inilah teknologi XML yang digunakan untuk pertukaran data, agar data dapat ditampilkan pada situs lain tanpa mengakses database secara langsung.

Baiklah, sekarang anda telah mengetahui bagaimana menggunakan XML dan ditampilkan melalui HTML. Namun yang baru anda ketahui yaitu menampilkan data XML yang memiliki satu data saja.

Bagimana jika datanya lebih dari satu? Pada dasarnya untuk menampilkan data XML yang lebih dari satu sama seperti menampilkan data XML seperti biasa. Hanya saja untuk menampilkan dalam bentuk yang lebih rapi sebaiknya anda menggunakan tabel pada HTML.

Berikut ini adalah contoh XML yang mempunyai data lebih dari satu data:

Pada script XML tersebut terdapat tiga buah dokumen XML (terdapat tiga buah tag ). Dan coba anda perhatikan ada elemen XML baru (tag baru) yaitu . Perlu anda ingat jika terdapat lebih dari satu data XML, maka harus terdapat elemen pembuka dan penutup utama yang menampung semua elemen didalamnya.

Untuk menampilkan dokumen XML tersebut, kita akan menggunakan tabel. Perhatikan script berikut disamping ini :



Hasilnya dapat anda lihat pada gambar 1.2 dibawah ini. Data XML yang ditampilkan pada tabel akan berulang sendiri sampai data XMl habis dibaca. Inilah alasan lain mengapa anda disarankan untuk menggunakan tabel untuk menampilkan data XML yang lebih dari satu.



Gambar 1.2 menampilkan data XML dengan tabel.

Selesai....

DAFTAR PUSTAKA
Prihatna, Hengky, Kiat Praktis Menjadi Webmaster Profesional, PT. Elex Media Komputindo, 2004, Jakarta.




Selengkapnya...
Teknologi SMS Gateway dengan AT Command
7:44 PM | Author: Sapta

Sekilas Tentang SMS Gateway
Layanan pesan singkat atau Surat masa singkat (bahasa Inggris: Short Message Service disingkat SMS) adalah sebuah layanan yang dilaksanakan dengan sebuah telepon genggam untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek. Pada mulanya SMS dirancang sebagai bagian daripada GSM, tetapi sekarang sudah didapatkan pada jaringan bergerak lainnya termasuk jaringan UMTS.

Sebuah pesan SMS maksimal terdiri dari 140 bytes, dengan kata lain sebuah pesan bisa memuat 140 karakter 8-bit, 160 karakter 7-bit atau 70 karakter 16-bit untuk bahasa Jepang, bahasa Mandarin dan bahasa Korea yang memakai Hanzi (Aksara Kanji / Hanja). Selain 140 bytes ini ada data-data lain yang termasuk. Adapula beberapa metode untuk mengirim pesan yang lebih dari 140 bytes, tetapi seorang pengguna harus membayar lebih dari sekali.

SMS bisa pula untuk mengirim gambar, suara dan film. SMS bentuk ini disebut MMS.
Pesan-pesan SMS dikirim dari sebuah telepon genggam ke pusat pesan (SMSC dalam bahasa Inggris), di sini pesan disimpan dan mencoba mengirimnya selama beberapa kali. Setelah sebuah waktu yang telah ditentukan, biasanya 1 hari atau 2 hari, lalu pesan dihapus. Seorang pengguna bisa mendapatkan konfirmasi dari pusat pesan ini.

SMS Gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran Informasi dengan menggunakan SMS. Anda dapat menyebarkan pesan ke ratusan nomor secara otomatis dan cepat yang langsung terhubung dengan database nomor-nomor ponsel saja tanpa harus mengetik ratusan nomor dan pesan di ponsel anda karena semua nomor akan diambil secara otomatis dari database tersebut. Selain itu, dengan adanya SMS Gateway anda dapat mengcustomisasi pesan-pesan yang ingin dikirim. Dengan menggunakan program tambahan yang dapat dibuat sendiri, pengirim pesan dapat lebih fleksibel dalam mengirim berita karena biasanya pesan yang ingin dikirim berbeda-beda untuk masing-masing penerimanya.

SMS Gateway adalah jenis sms dua arah. Menariknya bahwa semua tarif yang diberlakukan adalah tarif sms normal sesuai dengan apa yang diberlakukan oleh operator. Karena sifatnya yang dua arah, maka jenis sms ini sangat cocok digunakan sebagai SMS Center sebuah organisasi atau perusahaan dalam rangka meningkatkan kualitas komunikasi antara anggota komunitas organisasi atau pegawai di dalam perusahaan.

Selain itu, dengan adanya SMS Gateway, Anda dapat mengatur pesan-pesan yang ingin dikirim. Dengan menggunakan program tambahan yang dapat dibuat sendiri, pengiriman pesan dapat lebih fleksibel dalam mengirim berita karena biasanya pesan yang ingin dikirim berbeda-beda untuk masing-masing penerimanya (kustomisasi pesan).

Kebutuhan Hardware
Untuk kebutuhan SMS Gateway tidak terlalu belebihan dan juga fleksibel karena bisa dibuat dengan :
1. PC maupun Notebook. Yang mutlak dibutuhkan adalah sebuah komputer tentunya ada USB atau port serial COM
2. Sebuah ponsel atau modem yang mendukung AT Command
3. Kabel data (Kabel berantarmuka serial yang dapat menghubungi ponsel dengan PC) atau dapat munggunakan InfraRed dan piranti lunak sebagai SMS Gateway.

Untuk menggunakan InfraRed anda membutuhkan sebuah ponsel yang juga memiliki fasilitas tsb, tapi tidak dianjurkan untuk kebutuhan SMS gateway karena komunikasi dengan InfraRed tidak terlalu baik (jika tergeser gampang putus).


Kebutuhan Software
Disini penulis menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0 dan untuk pengertian perintah yang dipakai menggunakan AT Command. AT Command adalah perintah-perintah yang digunakan dalam komunikasi dengan serial port. Dengan AT Command kita dapat mengetahui vendor dari Handphone yang digunakan, kekuatan sinyal, membaca pesan yang ada pada SIM Card, megirim pesan, mendeteksi pesan SMS baru yang masuk secara otomatis, menghapus pesan pada SIM Card dan masih banyak lagi.

Dalam program SMS Gateway yang akan kita buat nanti, tidak semua perintah AT Command digunakan. Kita hanya menggunakan beberapa perintah AT yang ada hubungannya dengan sistem kerja dari program SMS Gateway. Adapun perintah yang akan digunakan adalah sebagai berikut :

Command - Keterangan
AT Mengecek apakah Handphone telah terhubung
AT+CMGF Untuk menetapkan format mode dari terminal
AT+CSCS Untuk menetapkan jenis encoding
AT+CNMI Untuk mendeteksi pesan SMS baru masuk secara otomatis
AT+CMGL Membuka daftar SMS yang ada pada SIM Card
AT+CMGS Mengirim pesan SMS
AT+CMGR Membaca pesan SMS
AT+CMGD Menghapus pasan SMS
ATE1 Mengatur ECHO
ATV1 Mengatur input dan output berupa naskah
AT+CGMI Mengecek Merek HP
AT+CGMM Mengecek Seri HP
AT+CGMR Mengecek Versi Keluaran HP
AT+CBC Mengecek Baterai
AT+CSQ Mengecek Kualitas Sinyal
AT+CCLK? Mengecek Jam (waktu) pada HP
AT+CALM=< n > Mengecek Suara/dering HP saat di Telepon (ada Telepon Masuk)

‘n’ adalah adalah angka yang menunjukkan jenis dering
0 = berdering
1 dan 2 = Silent (Diam)

AT^SCID Mengecek ID SIM CARD
AT+CGSN Mengecek Nomor IMEI
AT+CLIP=1 Menampilkan nomor telepon pemanggil
AT+CLCC Menampilkan nomor telepon yang sedang memanggil
AT+COPN Menampilkan Nama Sumua Operator di dunia
AT+COPS? Menampilkan nama operator dari SIM yang digunakan
AT+CPBR=< n > Membaca nomor telepon yang disimpan pada buku telepon (SIM CARD)
‘n’ adalah nomor urut penyimpanan
AT+CPMS=< md > Mengatur Memori dari HP
‘md’ adalah memori yang digunakan
ME = Memori HP
SM = Memori SIM CARD

Langkah-langkah pengcodingan:
Nah sekarang buka Program Microsoft Visual Basic Anda dan ikuti langkah berikut ini:
1. Buka aplikasi VB 6 anda dan pilih standard exe lalu open
2. Tambahkan 1 modul dengan cara klik menu project - add module lalu tambahkan koding dibawah ini :

Option Explicit

Public Function RemoveInternationalDiallingCode _
(ByVal tTelNumber As String) As String
RemoveInternationalDiallingCode = "0" & Mid(tTelNumber, 4)
End Function

Public Function GetSMSNum(ByVal tSMSNotification As String) As String
Dim lCRPos As Long

lCRPos = InStrRev(tSMSNotification, vbCr)
If lCRPos > 0 Then GetSMSNum = Mid(tSMSNotification, lCRPos - 2, 2)
If Left(GetSMSNum, 1) = "," Then GetSMSNum = Right(GetSMSNum, 1)
End Function

Public Function ReadSMS(comms As MSComm, _
ByVal tSMSNum As String, tMessage As String, _
tSender As String, tDate As String, _
tTime As String, bRead As Boolean) As Boolean
Dim tChar As String * 1
Dim i As Long
Dim tRead As String
Dim lQuoteNum As Long
Dim tDateTime As String
Dim tData As String

Const TIMEOUT = 10000

On Error GoTo ErrHandler

tData = "AT+CMGR=" & tSMSNum & vbCr
comms.InBufferCount = 0
comms.Output = tData
tData = ""

i = timeGetTime
Do While timeGetTime - i <= TIMEOUT And InStr(tData, "OK" & vbCrLf) = 0 And InStr(tData, "ERROR" & vbCrLf) = 0
DoEvents
If comms.InBufferCount > 0 Then
tChar = comms.Input
tData = tData & tChar
End If
Loop

If InStr(tData, "ERROR") = 0 And tData <> "" Then
For i = 1 To Len(tData)
tChar = Mid(tData, i, 1)
If tChar = """" Then lQuoteNum = lQuoteNum + 1
If lQuoteNum = 1 And tChar <> """" Then tRead = tRead & tChar
If lQuoteNum = 3 And tChar <> """" Then tSender = tSender & tChar
If lQuoteNum = 5 And tChar <> """" Then tDateTime = tDateTime & tChar
If lQuoteNum = 6 And tChar <> """" Then tMessage = tMessage & tChar
Next i

bRead = (tRead = "REC READ")
tDate = Left(tDateTime, 8)
tTime = Mid(tDateTime, 10, 8)
tMessage = Mid(tMessage, 3)
tMessage = Mid(tMessage, 1, InStr(tMessage, vbCr) - 1)
ReadSMS = True
End If
Exit Function

ErrHandler:
ReadSMS = False
End Function

Public Function DeleteAllSMSes(comms As MSComm) As Boolean
Dim i As Long

For i = 1 To 15
DeleteAllSMSes = InStr(TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CMGD=" & i & vbCr), "OK")
Next i
End Function

Public Function DeleteSMS(comms As MSComm, ByVal lSMSNum As Long) As Boolean
DeleteSMS = InStr(TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CMGD=" & lSMSNum & vbCr), "OK")
End Function

Public Function SendSMS(comms As MSComm, ByVal tSMSNum As String, ByVal tMessage As String) As Boolean
SendSMS = InStr(TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CMGS=" & """" & tSMSNum & """" & vbCr & tMessage & Chr(26)), "OK")
End Function

Public Function TestModem(comms As MSComm) As String
TestModem = TransmitAndReceiveData(comms, "AT")
End Function

Public Function ManufacturerInfo(comms As MSComm) As String
ManufacturerInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CGMI")
End Function

Public Function ModelInfo(comms As MSComm) As String
ModelInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CGMM")
End Function

Public Function FirmwareInfo(comms As MSComm) As String
FirmwareInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CGMR")
End Function

Public Function IMEIInfo(comms As MSComm) As String
IMEIInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CGSN")
End Function

Public Function IMSIInfo(comms As MSComm) As String
IMSIInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CIMI")
End Function

Public Function EF_CCIDInfo(comms As MSComm) As String
EF_CCIDInfo = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CCID")
End Function

Public Function NetworkRegStatus(comms As MSComm) As String
NetworkRegStatus = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CREG?")
End Function

Public Function AvailablePLMNs(comms As MSComm) As String
AvailablePLMNs = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+COPS?")
End Function

Public Function NetworkFieldStrength(comms As MSComm) As String
NetworkFieldStrength = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CSQ")
End Function

Public Function MainCellMainParams(comms As MSComm) As String
MainCellMainParams = TransmitAndReceiveData(comms, "AT+CCED=0")
End Function

Public Function TransmitAndReceiveData(comms As MSComm, ByVal tData As String) As String
Dim lTime As Long

Const TIMEOUT = 10000

tData = tData & vbCr

With comms
.InBufferCount = 0
.Output = tData
tData = ""

lTime = timeGetTime
tData = ""
Do While timeGetTime - lTime <= TIMEOUT And InStr(tData, "OK") = 0 And InStr(tData, "ERROR" & vbCrLf) = 0
DoEvents
If .InBufferCount > 0 Then tData = tData & .Input
Loop
End With

TransmitAndReceiveData = tData
End Function

4. Tambahkan komponen mscomm punyanya microsoft
5. Set boudrate dan lainnya sesuai dengan setingan HP atau modem anda lalu pada form load isikan perintah inisialisasi modem/hp.
6. Silahkan test send sms dengan menggunakan fungsi SendSMS dan silahkan coba-coba fungsi lainnya.
7. Selamat mencoba.


Nb: Dari berbagai sumber dan pengalaman saya.


Selengkapnya...
Pengertian SNMP
7:29 PM | Author: Sapta

Simple Network Management Protocol (SNMP)

SNMP adalah sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengolahan ini dijalankan dengan menggumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola.

Elemen-elemen SNMP
Manajer adalah pelaksana dan manajemen jaringan. Pada kenyataannya manager ini merupakan komputer biasa yang ada pada jaringan yang mengoperaksikan perangkat lunak untuk manajemen jaringan. Manajer ini terdiri atas satu proses atau lebih yang berkomunikasi dengan agen-agennya dan dalam jaringan. Manajer akan mengumpulkan informasi dari agen dari jaringan yang diminta oleh administrator saja bukan semua informasi yang dimiliki agen.

MIB atau Manager Information Base, dapat dikatakan sebagai struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola. Struktrur ini bersifat hierarki dan memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variabel dapat dikelola atau ditetapkan dengan mudah.

Agen merupakan perangkat lunak yang dijalankan disetiap elemen jaringan yang dikelola. Setiap agen mempunyai basis data variabel yang bersifat lokal yang menerangkan keadaan dan berkas aktivitasnya dan pengaruhnya terhadap operasi.

NB: Dari berbagai sumber.

Selengkapnya...
Teknologi TCP dan UDP
6:35 PM | Author: Sapta

TCP (Transmission Control Protocol)
Dalam mentransmisikan data pada layer Transpor ada dua protokol yang berperan yaitu TCP dan UDP. TCP merupakan protokol yang connection-oriented yang artinya menjaga reliabilitas hubungan komunikadasi end-to-end. Konsep dasar cara kerja TCP adalah mengirm dan menerima segmen–segmen informasi dengan panjang data bervariasi pada suatu datagram internet.

TCP menjamin realibilitas hubungan komunikasi karena melakukan perbaikan terhadap data yang rusak, hilang atau kesalahan kirim. Hal ini dilakukan dengan memberikan nomor urut pada setiap paket yang dikirimkan dan membutuhkan sinyal jawaban positif dari penerima berupa sinyal ACK (acknoledgment). Jika sinyal ACK ini tidak diterima pada interval pada waktu tertentu, maka data akan dikirimkan kembali. Pada sisi penerima, nomor urut tadi berguna untuk mencegah kesalahan urutan data dan duplikasi data.

TCP juga memiliki mekanisme flow control dengan cara mencantumkan informasi dalam sinyal ACK mengenai batas jumlah paket data yang masih boleh ditransmisikan pada setiap segmen yang diterima dengan sukses. Dalam hubungan VoIP, TCP digunakan pada saat signaling, TCP digunakan untuk menjamin setup suatu call pada sesi signaling. TCP tidak digunakan dalam pengiriman data suara pada VoIP karena pada suatu komunikasi data VoIP penanganan data yang mengalami keterlambatan lebih penting daripada penanganan paket yang hilang.


User Datagram Protocol (UDP)
UDP yang merupakan salah satu protocol utama diatas IP merupakan transport protocol yang lebih sederhana dibandingkan dengan TCP. UDP digunakan untuk situasi yang tidak mementingkan mekanisme reliabilitas. Header UDP hanya berisi empat field yaitu source port, destination port, length dan UDP checksum dimana fungsinya hampir sama dengan TCP, namun fasilitas checksumpada UDP bersifat opsional.

UDP pada VoIP digunakan untuk mengirimkan audio stream yang dikrimkan secara terus menerus. UDP digunakan pada VoIP karena pada pengiriman audio streaming yang berlangsung terusmenerus lebih mementingkan kecepatan pengiriman data agar tiba di tujuan tanpa memperhatikan adanya paket yang hilang walaupun mencapai 50% dari jumlah paket yang dikirimkan, (VoIP fundamental, Davidson Peters, Cisco System,163)

Karena UDP mampu mengirimkan data streaming dengan cepat, maka dalam teknologi VoIP UDP merupakan salah satu protokol penting yang digunakan sebagai header pada pengiriman data selainRTP dan IP. Untuk mengurangi jumlah paket yang hilang saat pengiriman data (karena tidakterdapat mekanisme pengiriman ulang) maka pada teknolgi VoIP pengiriman data banyak dilakukan pada private network.

NB: Dari berbagai sumber.

Selengkapnya...